Selasa, 31 Mei 2016

Kazune Neko

PROFIL
Nama : Kazune Neko 和音ネコ
Nama lain : Nekoloid ネコロイド
Asal : Indonesia インドネシア
Umur : 1 tahun
Item : Gulungan benang
Author : Fuda Uematsu
Diciptakan : 30 April 2016


Penampilan dan visualisasi karakter:
Kucing berbulu putih dengan headset hitam khusus kucing dan mengenakan aksesoris seperti leher baju.
Suka bermain tali atau bola yg bergerak,khususnya gulungan benang dan menirukan lagu yg disukainya.


STATUS
Voice Provider : My cat :3
Perekaman : 1 Mei 2016 via Mito A90
Software : UTAU
Range suara : C3-C5
Karakter vokal : Rock
Bahasa : Kucing (untuk sementara voicebank Neko tidak kompatible dengan .ust bahasa manusia)


LATAR BELAKANG TERCIPTANYA:
Kazune Neko tercipta setelah "virus" virtual diva menjangkiti saya.
Saya tertarik pada idol virtual pertama kali adalah pada Hatsune Miku,seorang Diva virtual ciptaan Crypton Future Media (maaf,kali ini kita tidak akan bahas Hatsune Miku terlalu banyak :-D ). Ketertarikan pada Miku bukan semata pada penampilan sosok visualnya yg menarik,tapi lebih ke teknologi didalamnya,software yg "mengancam' eksistensi penyanyi sungguhan jika kemampuan software ini telah mencapai puncak dan ditangani produser Vocaloid profesional,hehehe.


Saat itu saya penasaran bagaimana cara para produser bisa membuat berbagai lagu dari artis yg sama karena sebelumnya saya mengira Miku hanya tokoh 2D yg di-dubbing seseorang dengan efek virtualize. Tentu tidak mungkin si dubber mau kesana kemari mengikuti ratusan produser yg berasal dari berbagai negara. Setelah mempelajari lebih jauh,akhirnya saya mengetahui jika Hatsune Miku adalah bagian dari software singing synthesizer yg disebut Vocaloid.
Meskipun memang diisi suara manusia (Saki Fujita untuk Hatsune Miku),"dubbing" ala Vocaloid ternyata tidak harus mendatangkan dubbernya seperti proses dubbing film sehingga bisa dilakukan siapapun karena sampel suara dubber mengucapkan berbagai suku kata telah tersimpan di software dan siap digunakan.


Vocaloid memiliki "tiruan" bernama UTAU yg memiliki fungsi dan cara kerja yg hampir sama dengan Vocaloid (dengan teknologi lebih rendah). Seperti software composer musik pada umumnya,kedua software ini juga menggunakan piano-roll untuk interface penulis melodi.Hanya saja nada yg keluar dari melodi bukan suara instrumen seperti MIDI,melainkan suara pengucapan suku kata yg diketik didalamnya dan inilah bagaimana vokalis virtual bernyanyi.


Meskipun kualitas audio UTAU yg gratisan tidak sebagus Vocaloid yg berbayar (Ya iyalah! Vocaloid menggunakan perangkat studio recording yg canggih plus tenaga profesional.UTAU cuma pakai perangkat apa adanya -_- ),software ini memiliki kelebihan yg tidak dimiliki Vocaloid yaitu bisa membuat voicebank sendiri.
Yep,ini perbedaan terbesar dan penyebab mengapa jumlah Diva UTAU bisa mencapai ribuan saat ini.Jika ratu Vocaloid adalah Hatsune Miku,maka UTAULOID pun memiliki Kasane Teto,tokoh Diva berkarakter suara Rock yg tercipta saat April Mop yg bertujuan agar fans Vocaloid mengira dia adalah Vocaloid terbaru.....dan sepertinya masih berlanjut karena masih banyak yg mengira Teto adalah Vocaloid,terlebih setelah Crypton dan Sega selaku "management" yg menaungi Hatsune Miku mengajaknya bergabung dengan para Diva Vocaloid di game "Hatsune Miku:Project Diva" sebagai Derivatives (karakter adaptasi)


Teto bergabung di Project Diva tidak sendiri karena ada Akita Neru dan Yowane Haku.Di beberapa website menyebut jika Neru dan Haku adalah UTAULOID,tapi sebenarnya bukan karena mereka tidak diciptakan dengan software UTAU.

Suara Neru adalah hasil modifikasi konfigurasi suara Miku/Rin dengan pitch tinggi sedangkan Haku dari Miku dengan pitch rendah (bahkan ada yg gunakan Meiko/Luka) yg secara otomatis mereka berjalan di software Vocaloid.
Disini saya mulai tertarik membuat Diva Vocaloid saya sendiri dengan mencoba memodifikasi Miku,tapi hasilnya kurang memuaskan karena suara yg tercipta tidak jauh berbeda dengan Derivative yg sudah ada dan akhirnya saya mencoba UTAU.Saya menggunakan suara saya sendiri untuk membuat ori-Virtual Diva pertama saya tapi gagal karena microphone ponsel selalu menghasilkan noise meski saya diam dan itu berakibat suara yg digunakan tidak bisa bernyanyi dengan sempurna.Saya pun sempat pakai output dari aplikasi TTS untuk membuat sampel tapi kemudian saya tau jika menggunakan output dari voice synthesizer lain adalah melanggar etika UTAUser.


Akhirnya saat saya pulang dan melihat kucing-kucing mengeong saat minta makan,disitu saya dapat ide memilih kucing sebagai voice provider.Setelah merekam beberapa "meong",saya memilih yg terbaik untuk diproses dan terciptalah Kazune Neko yg bisa bernyanyi sangat baik (meski hanya satu suku kata XD ).Suara standarnya pun ternyata sudah bisa dipakai lagu jenis apapun sehingga saya membatalkan project Append Growl dan Append Soft yg sempat direncanakan untuk lagu rock dan slow.


Entah mungkin pengaruh software atau apa,suara keluaran memang sedikit berbeda dari suara asli,tapi tidak masalah karena ternyata semua Utauloid juga sama.


AMATEUR COVER SONG LIST (music by author) :

1.Cats on Me (Faye Wong Cover)
2.Cats's Emotion (Koda Kumi Cover)
3.Arjuna (Dewa19 Cover)
4.Terra's Theme (Nobuo Uematsu Cover)
5.Neko to Shinderera~Primitive Synthesized Version) (Doriko Cover)


PROFESSIONAL COVER SONG LIST (music by professional produser) :

1.Jitter Cats (Giga-P x Lily Cover)
2.Disappearance of Kazune Neko -feat.Rumi (Cosmo-P x Hatsune Miku Cover)
3.White Cat Shooter (Ryo/Supercell x Hatsune Miku Cover)
4.Neko to Shinderera (Doriko x Hatsune Miku Cover)
5.Cat's Endrolls (??? x Kasane Teto Cover)


SPECIAL PERFORMANCE:

Disappearance of Rumifudaneko (kolaborasi dengan Author dan Rumi,Utauloid asal Indonesia)


Subscribe/Follow/Like :
Youtube
FP Facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar